Tampilkan postingan dengan label lalu lintas. kendaraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lalu lintas. kendaraan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 November 2008

KARENA AMROZI CS AKAN DIEKSEKUSI, AKU MEMPERPANJANG SIM

Aku senang cari tantangan, salah satu cara cari tantangan adalah tidak punya Surat Izin Mengemudi (SIM). Sengaja saya tidak memperpanjang kedua SIM (A & C) yang berlaku s.d. 14 Mei 2008.
Dan menjelang eksekusinya Amrozi, cs aparat kepolisian di seluruh POLDA di Jawa dengan gencar mengadakan razia pada malam hari dipintu-pintu masuk kota. Termasuk juga Kepolisian Wilayah (POLWIL) Bojonegoro tepatnya POLRES Bojonegoro.
Hampir juga aku kena razia tanggal 01 Nopember 2008 antara jam 19.00 di Jl. Ahmad Yani (Pertigaan terminal baru). Untung waktu itu kendaraan yang dari arah barat belum dihentikan petugas tapi yang dari timur sudah diperiksa. Kalau kena razia saya harus meninggalkan mobil, karena tidak punya ijin mengemudi. Akhirnya terpaksa aku harus memperpanjang kedua SIM, karena aku akhir-akhir ini sering pergi keluar kota bersama keluarga.

Waktu berangkat memperpanjang kedua SIM (A & C) aku siapkan uang Rp 430.000,00 (karena lima tahun yang lalu dua SIM habis Rp 400.000,00). Tanggal 06 Nopember 2008 saya memperpanjang dua SIM (A & C) di POLRES Bojonegoro , ternyata hanya menghabiskan biaya Rp 150.000,00.

Dengan rincian biaya :

1. Periksa kesehatan (Surat Keterangan Dokter) 2 x 15.000,00 Rp 30.000,00 ???

2. Perpanjangan dua SIM (A & C) 2 x 60.000 Rp 120.000,00

Untuk teman-teman Bojonegoro yang belum mempunyai SIM atau ingin memperpanjang , cepat-cepat mumpung belum kena razia. Murah kok, untuk permohonan SIM baru Rp 75.000,00 + periksa kesehatan Rp 15.000,00. Dan yang umurnya sudah 16 tahun, boleh mempunyai SIM C.

Kamis, 09 Oktober 2008

PAWAI MALAM IDUL FITRI 1429 H KOTA BOJONEGORO

Tiga puluh hari puasa Ramadhan telah kita lalui dan saatnya merayakan Idul Fitri dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya adalah takbir keliling (30-09-2008) kota dengan tujuan menggemakan, mengagungkan, menghayati kebesaran Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Allah Maha Segalanya.

Demikian juga untuk Pemda Bojonegoro rutin merayakan malam Idul Fitri dengan pawai keliling kota. Yang diikuti oleh sebagian instansi pemerintahan, sekolah-sekolah, masyarakat secara pribadi, tak ketinggalan komunitas jip di Bojonegoro (BOJONEGORO 4 wheeler community).

Dengan berbagai jenis kendaraan yang digunakan : bus, truk, mpv, jip, sedan, pick up dll. Rute yang dilalui adalah Jl. Mas Tumapel (start), Jl. Imam Bonjol, Jl. MH. Thamrin, Jl. P. Sudirman, Jl. Teuku Umar, Jl. Pemuda, Jl. Lisman Putih, Jl. JA. Suprapto, Jl. Trunojoyo, Jl. Imam Bonjol, Jl. KH. Hayim Asyari, Jl. Pahlawan dan finish kembali di Jl. Mas Tumapel.

Pawai Idul Fitri ini juga dilaksakanan oleh masjid At Taqwa (Jl. Teuku Umar) dalam waktu yang sama. Sehingga pada saat itu Polisi Lalu Lintas Bojonegoro sibuk mengatur rute antara pawai dari Pemda Bojonegoro dan dari masjid At Taqwa agar tidak bertemu dalam satu lokasi (pantauan penulis melalui radio komunikasi 2M Band 147.750 Mhz, Polres Bojonegoro). Karena malam itu jalan-jalan utama kota Bojonegoro semrawut dan macet dipenuhi oleh kendaraan, utamanya sepeda motor yang keliling kota.

Rabu, 17 September 2008

RESPONSIBLE RIDING

Pada tanggal 8 September 2008 ada sosialisasi program Responsible Riding di Surabaya untuk dilaksanakan seluruh Jawa Timur sebagai kelanjutan Safety Riding tahun lalu. Maka seluruh Kepolisian Resor (Polres) ikut menyukseskan Responsible Riding termasuk Bojonegoro. Yang beberapa waktu lalu Polres Bojonegoro telah melakukan sosialisasi tersebut dengan mengadakan pawai yang diikuti beberapa instansi terkait dan komunitas sepeda motor.

Apa itu Responsible Riding ?

Responsible Riding adalah ajakan untuk disiplin di jalan raya, smart saat berkendara, bertanggungjawab, tertib, patuh, menghargai pengguna jalan lain.

Apa syaratnya Responsible Riding ?

Kendaraan dan pengendaranya memenuhi segala persyaratan keselamatan. Antara lain kendaraan lengkap kaca spionnya, lampu depan menyala terang, menggunakan helm standar, pakai jaket yang warnanya menyala (terlihat siang maupun malam)

Memang dengan adanya program Responsible Riding ini ternyata yang berubah bukan hanya pengendara tapi didahului oleh perubahan perilaku petugas Polisi Lalu Lintas yang ternyata sudah disiapkan sebelumnya sehingga ramah, halus, sopan dan berwibawa tapi tidak menakutkan.

Apalagi petugas lalu lintas sekarang ini cara mengatur kendaraan langsung di tengah jalan pada setiap perempatan atau pertigaan, pagi dan sore/malam. Dulu para petugas hanya berdiri di pinggir jalan. Betul betul perubahan yang luar biasa.

Saya menulis ini karena simpati dengan cara petugas yang menganjurkan saya menyalakan lampu dan menggunakan helm standar. Waktu itu tanggal 15-09-2008 jam 07.30 di traffic light perempatan Jl. Untung Suropati Bojonegoro. Karena saya tidak menyalakan lampu dan tidak memakai helm standar, kemudian beliau mendekati saya untuk menyalakan lampu dan memeragakan cara memakai helm yang betul.

Sebenarnya aku males pakai helm standar, aku senang pakai helm biasa (helm gayung kamar mandi, sebutannya). Soalnya praktis dan ditinggal ditempat parkir tidak dilirik orang, aman. Tapi karena petugasnya sopan dan saya malu kalau esok berikutnya ketemu beliau kembali. Biasanya saya memakai helm standar kalau pergi ke luar kota.

Responsible Riding salah satu yang jadi perhatian petugas adalah menyalakan lampu di siang hari. Tapi di malam hari sebaliknya, setiap saya keluar malam pasti ketemu sepeda motor yang tidak menyalakan lampu. Mulai di jalan Panglima Polim, Untung Suropati, Gajah Mada, Diponegoro, Teuku Umar, Panglima Sudirman, seputar alon-alon Bojonegoro dan lain-lain. Untuk itu kami mohon para petugas lalu lintas menertibkan sepeda motor yang tidak menyalakan lampu pada malam hari, ini lebih penting.