
Foto-foto lainnya di facebook

MALAM AHAD, MAKAN LONTONG CECEK (KULIT SAPI) DI ALUN-ALUN BOJONEGORO
Alun-alun Bojonegoro tiap malam ahad ramai sekali dikunjungi masyarakat yang ingin rekreasi dan belanja ringan. Ini terjadi sejak dua tahun terakhir. Yang sebelumnya sangat sepi sekali dan hanya dimanfaatkan oleh anak-anak untuk main sepak bola malam hari.
Dan akhir-akhir ini tambah banyak pedagang kali lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di alun-alun Bojonegoro. Mulai dari arena mainan anak-anak, baju, sandal yang lucu-lucu, aksesoris remaja, dolanan, persewaan kuda, dan masih banyak lagi.
Kalau yang mau sekedar ini perut dan menggoyang lidah biar tidak nganggur, tersedia juga di alun-alun wisata kuliner (istilah kerennya). Mulai dari sate ayam gendong, bakso, mie ayam, kacang godog, krai godog (BENDOYO).
Tak ketinggalan LONTONG CECEK (bahan kulit sapi ) “makanan khas Bojonegoro”. Ini saya sebut makanan khas Bojonegoro, karena di sekitar jalan-jalan kota Bojonegoro banyak yang menjajakan LONTONG CECEK. Yang pedagangnya kebanyakkan dari kampung seberang Bengawan Solo, Trucuk dan sekitarnya.
Semoga LONTONG CECEK dipopulerkan dan dipromosikan oleh Bupati Bojonegoro sebagai “Makanan khas Bojonegoro”. Tentunya jangan lupa disuntik modal, karena rata-rata pedagang LONTONG CEKCEK menjajakan dagangannya dengan digendong (membawa rinjing dan tampah). Tak gendong kemana-mana…………………………………
Sebab kalau kami silaturrahim keluar kota kadang ditanya : Apa makanan khas Bojonegoro ? Saya bingung, tidak bisa menjawab. Mau saya jawab ledre rasanya kurang pas, karena ledre sudah terlanjur terkenal di luar kota kalau berasal dari Cepu Jawa Tengah. Saya mendapat pertanyaan ini terakhir tanggal 21/06/09 di Sidoarjo.
LOTONG CECEK
Setelah shalat magrib di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, kali ini saya dan keluarga juga mengisi perut dengan LONTONG CECEK di alun-alun, malam Ahad 27/06/09. Sebab ini makanan yang sangat menggoda dan ngangeni. Apalagi kalau sudah tau sunduk cecek diatas kompor yang keluar asap dan bau khasnya. Sedaaap...... Perut terasa langsung lapar. Enak sekali makan lontong cecek di alam terbuka sambil melihat pengunjung yang lalu lalang, membuat pikiran menjadi fresh segaaaaarrrrr.
Tapi kalau beli lontong cecek dipinggir jalan atau alun-alun minta piringnya dilapisi daun pisang atau minta pincuk daun pisang. Tujuannya apa ? Ya karena penjual lontong cecek cuma membawa air satu ember kecil, untuk mencuci piring semalam. Sehingga warna air cucian sampai berubah agak putih susu. Bisa bayangkan sendiri. Tapi kalau pakai daun aman kok, dan sendoknya sedikit dibilas dengan air minum. Beres kan ? Foto lainnya di facebook.




JEMBATAN SURAMADU VS PELABUHAN PENYEBERANGAN UJUNG-KAMALKali ini tiba giliranku kembali (09/06/09), mengirimkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) bulan Mei 2009 ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Propinsi Jawa Timur di Surabaya. Bagi yang belum tahu apa itu LKPP, sebagian isinya ada disini.
Pada bulan Maret 2009 setelah mengirimkan LKPP, aku membawa oleh-oleh dari Surabaya berupa JEMBATAN MERAH. Untuk sekarang aku membawa oleh-oleh berupa pengalamnku dengan Pusat Servis HP Samsung di WTC Surabaya.
SAMSUNG
Sudah setengah tahun aku memiliki HP Samsung B520, pada bulan ketiga HP mati. Kemudian aku garansikan ke toko tempat aku membeli, HP sudah normal kembali. Pada bulan April 2009 HP kembali mati, karena kartu garansi hilang, toko tersebut tidak mau menerima. Wach gimana ini ???
Mau ke service centre di Surabaya takut kalau urusannya tambah panjang, dan HP tidak jadi sampai berbulan-bulan dengan berbagai alasan. Seperti yang saya baca dari banyak Surat Pembaca beberapa Surat Kabar.
Karena akan ada tugas ke Surabaya aku iseng-iseng cari alamat servis HP Samsung di Surabaya melalui google, ternyata yang ada di WTC Surabaya. Tertarik dengan pengalaman kepuasan orang tentang servis HP Samsung, akhirnya aku mencoba ke WTC Surabaya. Dengan pikiran pasrah : Kalau HP tidak jadi selama berbulan-bulan ya tidak saya ambil.
Setelah sampai di Pusat Servis HP Samsung di WTC Surabaya dengan mengambil nomor antrian yang disediakan aku ditemui Sdri. Norma dkk. Setelah menyampaikan permasalahan HP saya, kemudian ditanya : Ada kartu garansinya ? Saya jawab : Tidak. Ada nota pembeliannya ? Saya jawab : Tidak.
Kemudian HP dicek kerusakannya, setelah itu menyampaikan pada saya bila software yang bermasalah. Dan perlu waktu tiga jam untuk memperbaiki. Terus saya tanya : Berapa ongkos perbaikannya ? Dijawab : Gratis pak, ini masih garansi. Di lihat dari nomor serinya, ini masih garansi sampai bulan Agustus 2009, kata sdri Norma. Padahal saya tidak bisa menunjukkan Kartu Garansi dan Nota Pembelian, tapi garansinya masih diakui. Ini yang membuat saya kagum dan merasakan profesionalnya layanan Samsung ini, yang didukung oleh pegawainya yang ramah.
Karena saya harus tiba kembali di Bojonegoro sebelum 19.00 wib, maka saya tidak bisa menunggu HP yang sedianya selesai diperbaiki sekitar pukul 16.00 wib. Pukul 14.30 wib saya harus cepat-cepat meninggalkan Surabaya. Karena memburu absen elektronik (handkey) di kantor yang tutup pada 19.00 wib
Tanggal 11/06/09 pukul 12.07 wib mendapat telepon dari sdri Norma, kalau HP sudah jadi dan bisa diambil.
TERIMA KASIH SAMSUNG, TERIMA KASIH NORMA DKK.
Kejuaraan ini dilaksanakan mulai tanggal 6 – 7 Juni 2009, dan kali ini adalah kejuaraan kedua yang diselenggarakan ditempat yang sama, dalam rangka HUT Bhayangkara ke 63, Polres Bojonegoro.
Yang diikuti kurang lebih 165 crosser se Indonesia, antara lain berasal dari Bandung, Malang, Solo, Gresik, Mojokerto tidak ketinggalan juga para peserta dari luar jawa.
Selain masyarakat luas, acara ini juga disaksikan oleh Bupati Bojonegoro.