Senin, 30 Maret 2009

EARTH HOUR, MATIKAN LAMPU 60 MENIT




Saya berdomisili di Bojonegoro tertarik iklan EARTH HOUR, yaitu anjuran mematikan lampu selama enam puluh menit pada tanggal 28 Maret 2009 pada pukul 20.30 s.d. 21.30 Meskipun saya bukan orang Jakarta tapi tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam program ini.

Pikir saya alangkah enaknya menikmati kegelapan yang sekali-kali memang perlu dilakukan. Bisa mengenang masa-masa kecil (bernostalgia) hidup di desa yang pada tahun tujuh puluhan belum terjangkau aliran listrik.

Setelah tahu iklan di TV tentang earth hour (28/03/09 20.00 wib), saya langsung umumkan pada istri dan kedua anak saya untuk siap-siap tanpa menggunakan listik selama enam puluh menit. Yang artinya saya akan mematikan seluruh peralatan listik tanpa kecuali, mulai dari lampu, kulkas, rice cooker, tv dan lain-lain. Maka tepat pukul 20.30 wib saya langsung matikan arus listrik dari saklar mcb-nya.

Sayangnya program ini tepat malam ahad, jadi mengganggu keluarga yang lagi menikmati hiburan malam. Tapi tak apalah sekali-kali.

Apa yang terjadi setelah listik saya padamkan ? Ternyata istri dan anak-anak masuk kamar dan berangkat tidur. Tinggal saya sendirian mondar-mandir di dalam dan di luar rumah mengamati apa yang terjadi. Msekipun mungkin di Bojonegoro yang memadamkan listrik cuma saya sendiri.

Saya keluar di halaman rumah yang gelap sambil memotret sekitar halaman, sebagai dokumen kampanye Global Earth Hour 2009 dan mendukung program World Wildlife Fund (WWF). Setelah selesai memotret saya menemani anak yang lagi tiduran di dalam kamar di dalam kegelapan.

Untuk tahun depan semoga bisa dianjurkan dan dilaksanakan ke seluruh Indonesia, dengan melakukan sosialisasi yang lebih lama. Minimal memadamkan seluruh lampu jalan raya, dengan demikian masyarakat mudah ingat bila saat itu lagi ada kampanye penyelamatan lingkungan

Jumat, 27 Maret 2009

JADUAL DJARUM SUPER 4X4 OFFROAD 2009


Dikutip dari : www.djarum-super.com

GANTI FORMAT, SERI DJARUM 4X4 OFFROAD 2009 MAKIN SERU

Kamis, 12 Maret 2009

SEMARANG: Kejurnas Djarum Super 4x4 Offroad 2009 bakal lebih heboh dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini akan digelar dalam 8 Seri dengan format baru yang mengandalkan skill individual offroader. Seri pertama akan digelar di Sirkuit Pandan Aran, Tembalang, Semarang pada 14-15 Maret 2009.

"Selama enam tahun kami buat kejuaraan seri offroad ini dengan format lomba team, tapi tahun ini berdasarkan banyaknya permintaan peserta maka dibuat untuk perorangan," ungkap Gunawan Cahyadi, dari Genta Auto n Sport, penyelenggara Djarum Super 4x4 offroad.

Menurutnya, format penyegaran ini menggunakan lintasan-lintasan khusus yang dikemas dalam bentuk SS (Special Stages) dan SSS (Super Special Stages). "Dalam SSS kami menyuguhkan medan yang berat di mana setiap peserta harus menggunakan Winch PTO dan Winch Elektric," kata Gunawan.

Sementara Trek Special Stage adalah lintasan offroad yang didesain untuk kendaraan 4 X 4 dari start sampai dengan finish tanpa menggunakan Winch. Namun tidak menutup kemungkinan bila hujan atau trek berubah untuk bisa melewati peserta harus menggunakan Winch (panitia menyediakan Winching Point).

Berikut jadual Djarum Super 4x4 Offroad 2009 yang dikutip dari :

http://www.facebook.com/group.php?gid=41590708995

Jadwal Offroad 2009 :

Semarang, 14- 15 Maret 2009
Tuban, 18 - 19 April 2009
Kuningan, 20 - 21 Juni 2009
Pd. Cabe, 25 - 26 Juli 2009
Purworejo, 8 - 9 Agustus 2009
Madiun, 10 - 11 Oktober 2009
Bogor, 21 - 22 November 2009
Cianjur, 05-06 Desember 2009

( Jadwal Dapat Berubah sesuai dengan Sikon)

SEBAGIAN FOTO DJARUM SUPER 4X4 OFFROAD SERI 2 TUBAN 2009 KLIK DISINI

Sabtu, 21 Maret 2009

RAPI ORARI






RAPI

Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Bojonegoro berdiri sekitar 1985. Penulis masuk menjadi anggota RAPI mulai tanggal 31-07-1985, mendapat nomor urut anggota 168 yang ditandatangani oleh (alm) SOEMARSONO JZ.F 13 SCB.

Waktu itu breaker masih sangat langka, belum tentu di setiap kecamatan ada. Untuk timur Bojonegoro yang ada hanya kecamatan Kapas, Balen (penulis sendiri) dan Sumberrejo. Pesawat yang digunakan adalah radio Citizen Band (CB) 27 MHz, terkenalnya “11 meter band “ dengan antenna buatan sendiri (open dipole).

Seiring perkembangan waktu dan terasa radio CB sudah tidak praktis lagi, karena banyak mengganggu siaran televisi (tv). Karena tahun 1989 mulai muncul tv swasta yang buka mulai pagi, sehingga pengguna CB tidak bisa leluasa. Sebelumnya yang ada hanya TVRI yang siaran mulai Sore sampai tengah malam.


ORARI

Akhirnya tahun 1987 penulis siap-siap pindah jalur dengan mengikuti Ujian kecakapan Amatir Radio yang diselenggarakan oleh Kepala Wilayah Usaha Telekomunikasi VII Jawa Timur di Bojonegoro tanggal 14 Desember 1986. Dengan materi ujian tentang Kenegaraan, Pengetahuan Amatir Radio, Elekronika dan Kecakapan Mengirim dan Menerima nada kode morse (tit, tit, tit …… ).

Kode morse ini yang membuat penulis harus kerja keras belajar untuk bisa menguasai dan trampil. Sebab waktu sekolah penuilis mbeling kalau diajak kegiatan Pramuka sehingga tidak kenal morse. Ternyata kerja keras ini membuahkan hasil, penulis lulus ujian kecakapan Amatir Radio tingkat SIAGA.

Dan mendapatkan Surat Keterangan Kecakapan Amatir Radio (terkenal dengan nama SKKAR) tingkat SIAGA yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Wilayah Usaha Telekomunikasi VII Jawa Timur Nomor : 9779/WITEL VII/1987 tanggal 21 September 1987.

Kemudian sejak mendapatkan SKKAR (1987) penulis menjadi anggota resmi Organisasi Amatir Radio Indonesia Lokal Bojonegoro dengan callsign YD3YJH sampai dengan 2002. Dengan Izin Komunikasi Radio (IKR) dan Izin Penguasaan Perangkat Radio Amatir (IPPRA) Nomor : 317/IKR/KW/X/1999 tanggal 18-10-1999 yang berlaku sampai dengan tanggal 26-08-2002.

Beberapa tahun vakum dan sudah jenuh, kemudian agar kepemilikan radio tidak illegal penulis masuk lagi menjadi anggota RAPI Wilayah Bojonegoro (2008) dengan callsign JZ13MGS. Dan mendapatkan Izin Komunikasi Radio Antar Penduduk (IKRAP) Nomor : 269/KRAP/DP/V/2008 tanggal 12-05-2008 yang berlaku sampai 13-05-2011. Tapi ternyata teman-teman akrab di RAPI tahun 1985 sudah tidak ada yang ngebrik. Jadi sekarang penulis hanya monitor saja bila sedang keluar rumah mengendarai mobil. Yang istilahnya breaker “ganti radio telesonic saja bila hanya mendengarkan”.

Selasa, 17 Maret 2009

BOJONEGOERO ROAD RACE

























Di seputar alon-alon Bojonegoro tanggal 15 Maret 2009 telah diselenggarakan road race yang diikuti oleh peserta dari Jawa Timur juga Jawa Tengah. Untuk pelaksanaan lomba penulis tidak mengikuti jadi tidak mengetahui pemenangnya. Maaf ya….
Tapi penulis akan mengekspose kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sepeda motor peserta road race. Ada bermacam-macam kendaraan yang digunakan mulai dari mobil Daihatsu Terios, Toyota Kijang LGX, masing-masing bisa mengakut dua sepeda motor. Untuk mobil pick up bisa mengakut lima sepeda motor.

GEROBAK PENGANGKUT SEPEDA MOTOR

Ada yang menarik dari beberapa mobil angkut ini, yaitu Toyota Kijang Grand yang membawa gandengan gerobak. Ternyata sangat inovatif dalam menciptakan sarana angkut (gerobak) ini yang bisa memuat tiga sepeda motor. Sekaligus bisa mengangkut peserta dan mekanik dalam satu mobil. Ini lebih irit tentunya.
Gerobak tersebut menggunakan rangka besi kotak, roda dan as bekas mobil yang masih lengkap dengan pirnya. Sebagai tangga untuk menurunkan sepeda motor menggunakan tutup lipat belakang gerobak, sehingga tidak perlu repot-repot pasang tangga. Untuk cara mengandengnya dan bentuk gerobak bisa memperhatikan foto diatas.
Demikian penjelasan singkat penulis, semoga bisa menjadi inspirasi bagi yang membutuhkan.

ISUZU PANTHER MODIFIKASI








































































Pada awal 2009 penulis mengubah tampilan mobil panther modifikasi, dengan mengurangi stiker-stiker yang tertempel di kaca. Ini berawal dari Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNKB) yang sudah penulis mutasi dari Surabaya ke Bojonegoro (dari “L” ke “S”) dengan biaya Rp 2.600.000 untuk kendaraan Isuzu Panther 1993. Kok mahal ya ???? Nggak tau lah……… Mungkin memanfaatkan orang butuh. Kalau yang tertera di STNKB Rp 1.182.700 hitung sendiri selisihnya setelah dikurangi biaya Brio Jasa Rp 100.000
OK biarlah, itu urusannya dengan Allah SWT.

Setelah plat nomor polisi keluar penulis berpikir, bagaimana ya supaya plat nomor tampilannya berbeda ? Akhinya dibuatkan dudukan dipojok kiri belakang untuk menempatkan plat nomor. Sedangkan tempat plat nomor aslinya penulis pasang plat callsign JZ13MGS sebagai anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Bojonegoro.
Bila ingin mengetahui modifikasi sebelumnya klik disini, dan foto-foto selengkapnya di facebook

Senin, 16 Maret 2009

LKPP PEBRUARI 2009, JEMBATAN MERAH (OLEH-OLEH DARI SURABAYA)



Setiap sebulan sekali Seksi Verifikasi KPPN Bojonegoro mengantarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) ke Kantor Wilayah XVI Direktorat Jenderal Perbendaharaan Surabaya. Kebetulan untuk LKPP Pebruari 2009 yang mengirim adalah penulis sendiri pada tanggal 11-03-2009. Rasanya nggak enak kalau dari Surabaya tidak membawakan oleh-oleh khas Kota Pahlawan, yaitu JEMBATAN MERAH. Bagaimana membawanya, oleh-oleh kok Jembatan ?

Tapi ceritanya nanti dulu setelah cerita sedikit tentang isi LKPP Pebruari 2009 dari KPPN Bojongoro.

Kali ini saya sajikan data Pendapatan Cukai bulan Pebruari 2009 sebesar Rp 32.428.437.000,00 yang terdiri dari :

- 411511 Pendapatan Cukai Hasil Tembakau Rp 32.400.231.000,00

- 411514 Pendapatan Denda Administrasi Cukai Rp 5.200.000,00

- 411519 Pendapatan Cukai Lainnya Rp 22.986.000,00

Kenapa penulis sajikan data Cukai, karena Bojonegoro penghasil tembakau dan banyak perusahaan rokok terkenal yang merapat serta membangun pabrik disini. Ribuan tenaga kerja wanita terserap setelah berdirinya pabrik-pabrik rokok ini, membantu pemerintah mengurangi pengangguran.

JEMBATAN MERAH

Mungkin sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), diantara kita ada yang belum pernah tahu JEMBATAN MERAH (JM) di kota Pahlawan Surabaya itu bentuknya bagaimana dan semegah apa ? Untuk ceritanya mungkin sudah hafal dari pelajaran Sejarah waktu masih Sekolah Dasar. Apalagi menjelang Hari Pahlawan cerita JEMBATAN MERAH tentu diekspose kembali.


Sedikit saya ulas kembali tentang JM dari berbagai sumber.

JM dibangun oleh Belanda sekitar tahun 1700-an yang melintang di atas Kalimas yang airnya mengalir dari belakang Gedung GRAHADI (Kantor Gubernur Jawa Timur). JM terbuat dari bahan besi kotak yang sudah mulai keropos dan terletak di timurnya Jembatan Merah Plasa (JMP) dan JM itu menghubungkan Jl. Rajawali dan Jl. Kembang Jepun. Lebih dalam tentang JM klik disini.

JM juga diabadikan oleh Gesang Martohartono dalam bentuk langgam jawa yang sampai sekarang tidak pernah usang, untuk lagunya klik disini. Foto JM diatas diambil tanggal 11/03/2009 10.30 wib


Perjalananku

Kareana masih ada waktu, setelah urusan LKPP di jalan Indrapura selesai, penulis menuju jalan Rajawali (depan JMP). Kemudian melintas di JM dengan jalan kaki menuju jalan Kembang Jepun terus ke jalan Gembong melewati ITC (mampir sebentar membeli buku tentang SEO dan MySQL serta aksesoris mobil) terus melewati jembatan gantung rel kereta api. Selanjutnya belok kiri menuju jalan Gembong Tebasan, disini penulis menuju toko “UD GEMBONG TEBASAN” yaitu toko spesialis spare part / perlengkapan mobil Jeep / Off Road (sesuai hobby penulis).

Di toko tersebut penulis membeli spare part “ROLLER FAIRLEAD” (tempat seling penarik mobil) untuk perlengkapan off road yang penulis pasang pada mobil panther modifikasi hasil kreasi penulis.


Rabu, 04 Maret 2009

ISLAMIC CENTRE BOJONEGORO, KUTBAH JUM’AT




CUPLIKAN KUTBAH JUM’AT 27/02/09 DI MASJID ISLAMIC CENTRE BOJONEGORO

Penulis terinspirasi untuk mengekspose kutbah Jum’at, yang salah satu poinnya adalah menyinggung tentang partai-partai yang memasang benderanya di sembarang tempat. Membahayakan pengguna jalan dan mengganggu pandangan mata serta sepertinya mementingkan partainya sendiri, tanpa menghiraukan orang lain.

Dalam kutbahnya khotib berkata : “BANYAK BENDERA PARTAI YANG TINGGINYA MELEBIHI BENDERA AGAMANYA ATAU BENDERA NEGARANYA. TENTUNYA INI BERHUBUNGAN DENGAN ETIKA PARTAI, DAN BISA MENIMBULKAN FITNAH DAN BALAK”.

Demikian cuplikan kutbah Jum’at, semoga ada manfaatnya, mohon maaf. Foto diambil tanggal 01/03/09 07.50 di seputar kota Bojonegoro.

Daftar Partai Politik Peserta Pemilu 2009

http://www.pemiluindonesia.com

Delapan belas partai politik dinyatakan KPU lolos dalam verifikasi faktual dan berhak menjadi peserta Pemilu 2009 mendatang.

Sebagian besar adalah partai baru. Kedelapan belas parpol tersebut akan bersanding dengan 16 parpol lain peserta Pemilu 2004, yang berdasarkan pasal 315 dan 316 UU No 10 tahun 2008 ditetapkan sebagai peserta Pemilu 2009. Selain partai nasional, ditetapkan pula 6 partai lokal khusus di NAD yang turut bertarung dalam Pemilu mendatang. Selengkapnya, inilah daftar parpol yang akan menjadi peserta Pemilu 2009 :

Partai Nasional

  1. Partai Barisan Nasional
  2. Partai Demokrasi Pembaruan
  3. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
  4. Partai Hanura
  5. Partai Indonesia Sejahtera
  6. Partai Karya Perjuangan
  7. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  8. Partai Kebangkitan Nasional Ulama
  9. Partai Kedaulatan
  10. Partai Matahari Bangsa
  11. Partai Nasional Benteng Kerakyatan
  12. Partai Patriot
  13. Partai Peduli Rakyat Nasional
  14. Partai Pemuda Indonesia
  15. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
  16. Partai Perjuangan Indonesia Baru
  17. Partai Persatuan Daerah
  18. Partai Republik Nusantara
  19. Partai Amanat Nasional (PAN)
  20. Partai Bintang Reformasi (PBR)
  21. Partai Bulan Bintang (PBB)
  22. Partai Damai Sejahtera (PDS)
  23. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
  24. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
  25. Partai Demokrat
  26. Partai Golongan Karya (Partai Golkar)
  27. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
  28. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
  29. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
  30. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
  31. Partai Nasional Indonesia (PNI) Marhaenisme
  32. Partai Pelopor
  33. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
  34. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Partai Lokal di Aceh

  1. Partai Aceh
  2. Partai Aceh Aman Sejahtera
  3. Partai Bersatu Aceh
  4. Partai Daulat Aceh
  5. Partai Rakyat Aceh
  6. Partai Suara Independen Rakyat Aceh
BACA MAJALAH HIDAYATULLAH EDISI MARET 2009