334 tahun Kabupaten Bojonegoro
Minggu 30 Oktober 2011
Keterangan selengkapnya di brosur.
Sudah tiba waktu yang ditunggu-tunggu oleh karyawan KPPN Bojonegoro untuk wisata ke Bali, tepatnya berangkat tanggal 21 April 2011 selepas absen pulang (17.30 wib). Menggunakan bus Dali Mas Mercedez Bens tahun 2010 yang nyaman dan dilengkapi fasilitas karaoke yang sempurna. Sehingga teman-teman dalam perjalanan asyik berkaraoke, tak terkecuali kepala kantor sekalian.
Ini adalah rekreasi KPPN Bojonegoro yang kesekian kali sejak di pimpin Pak Dony, Ratoyo, Hari, D703MY (de Jumi). Beruntung tentunya, kepala-kepala KPPN Bojonegoro banyak yang senang berbagi kegembiraan dengan karyawannya. Terima kasih semuanya. OK kembali ke topic.
Tiba di pelabuhan Ketapang Banyuwangi tanggal 22 April 2011 sekitar pukul 04.00 wib dan shalat subuh di masjid sekitar pelabuhan. Karena pas hari libur nasional, membuat pelabuhan penyeberangan padat dan baru bisa menyeberang pukul 08.00 wib (antri empat jam). Sehingga makan pagi molor pada pukul 11.50 wit (menjadi makan siang).
Yang membuat penulis risau adalah kewajiban melaksanakan shalat Jum’at, takut tidak menemukan masjid (jangan sampai tidak shalat Jum’at dan aku berdoa terus semoga ketemu masjid). Beberapa melewati masjid sudah selesai Jum’atan, terus saja pak sopir mungkin masih ada masjid yang belum selesai (kataku). Akhirnya menemukan masjid juga, selesai ambil wudhu khutbah selesai, Alhamdulillah masih bisa shalat Jum’at. Terima kasih ya Allah.
Di Bali
Penulis disini tidak menceritakan tempat-tempat wisata di Bali, sudah banyak yang tahu tentunya. Hanya cerita perjalanannya saja, di pelabuhan penyeberangan terhambat empat jam, dan sampai di Tanjung Benoa sudah sore sehingga tidak bisa menikmati obyeknya. Seharusnya Biro Perjalanan (MPW Tour) singgah di Tanah Lot dulu bukan ke Tanjung Benoa, baru ke obyek-obyek lainnya yang waktunya bisa cocok. Juga yang ke Bedugul sudah malam dan gelap gulita. Catatan untuk MPW Tour ya.
Tapi secara umum teman-teman sudah puas karena sudah selesai belanja di Cening Bagus dan Joger (konon banyak yang mendapat titipan belanja) sebagai tanda kalau sudah dari Bali. Ya memang di tempat belanja tidak bisa mengontrol waktu, termasuk antri di kasir yang lama.
Tiba kembali di Bojonegoro tanggal 24 April 2011 sekitar pukul 09.30 wib.
Ok tunggu cerita pelesir berikutnya.
Kali ini jumlah pegawai KPPN Bojonegoro berkurang satu lagi karena promosi, yaitu mas Arief TS (sebelumnya yang dapat promosi adalah Sukirno ke KPPN Toli Toli).
Mas Arief promosi ke KPPN Waingapu sebagai Kasubbag Umum, dan bertugas mulai 21 Maret 2011.
NOSTALGIA
Mas Arief pegawai angkatan ’82 dan teman akrab saya, sejak saya masuk (1985). Kami saling berkunjung, apalagi waktu itu setiap akan apel ke pacarnya (mbak Tiwik) mas Arief sering titip sepeda motor (Binter Othok-othok, suara khasnya) ke rumah saya. Ingat khan mas ?
Dan terakhir ke rumah orang tua saya di Balen Bojonegoro 27-01-2011 ketika bapak meninggal dunia, mas Arief menyempatkan ta’ziah bersama mbak Tiwik. Terima kasih mas.
Dan saya juga ingat, sering didahului membayar makanan kalau lagi ‘marung’ (di depot, kantin). Rasa sosialnya tinggi, apalagi terhadap orang-orang yang belum mampu, sangat peduli.
Karena persahabatan yang sudah begitu akrab itu, saya merasa kehilangan teman. Tapi tak apalah, sudah ditukar dengan peningkatan kariernya, saya ikut bangga dan bersyukur.
PESAN SMS
Selain membaca Al-Qur’an, jangan lupa mas Arief mendalami buku Manajemen Kepemimpinan, sabar dan memperhatikan anak buah. Pelajari kesehariannya pak Herling (Kanwil Palu), pak Didi (KPPN Pangkalan Bun), bu Jum, bu Pri, bu Rini, pak Pur, pak Hermawan (KPPN Bojonegoro) InsyaAllah nanti aman dan lancar.
Jangan lupa untuk sering mengingatkan teman-teman di KPPN Waingapu , untuk tidak lupa absen.
Karena jauh dari keluarga, untuk menghibur diri tambah dengan kegiatan olah raga sepeda dan fotografi.
Bintek dilaksanakan mulai tnggl 21 sampai dengan 25 Februari 2011 yang diikuti oleh 177 peserta dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan 30 peserta dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan seluruh Indonesia. Oya aku disini mewakili KPPN Bojonegoro Jawa Timur.
Bintek setiap harinya dimulai pukul 08.00 s.d. 12,00, Isoma dan masuk pukul 13.00 s.d. 17.00, Isoma dan masuk lagi pukul 19.30 s,d. pukul 21.00. Sehingga setiap hari tidak ada waktu luang, karena padatnya jadual kegiatan.
Namun bagi peserta yang masih muda-muda (maklum aku angkatan’85), setelah pukul 21.00 dan setelah salat subuh masih bisa menyempatkan olah raga (futsal dan tenis meja).
Cuma aku dan beberapa teman dari Jawa Timur (KPPN Bondowoso, Pacitan, Surabaya II, Sidoarjo dan beberapa teman yang aku tidak tahu asalnya) pada hari terakhir menyempatkan keluar kandang untuk menikmati keindahan alam sekitar Hotel Bukit Indah Ciloto, Puncak Bogor.
Istana Kepresidenan Cipanas
Hari terakhir, Kamis 24-02-2011 pukul 18,00 kami ramai-ramai mencarter angkutan kota (angkot) menuju Istana Kepresidenan Cipanas, sekitar 8 km dari HBI.
Menurut beberapa sumber, Istana Kepresidenan Cipanas berada di ketinggian 1.100 mdpl di kaki Gunung Gede Jawa Barat. Istana tersebut berdiri di ats areal sekitar 26 hektar dengan luas bangunan 7.760 m. Digunakan sebagai tempat peristirahatan dan persinggahan Presiden dan Wakil Presiden beserta keluarganya.
Kami sempat foto-foto di luar pagar depan Istana, yang ketika itu ada anggota TNI yang sedang menurunkan Bendera Merah Putih. Juga menyempatkan melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Masjid Istana yang merupakan sumbangn dari Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (diresmikan 30 Desember 1988 oleh Soeharto).
Selanjutnya
Masjid Istiqlal di Jakarta …………………
Foto-foto selengkapnya di www.facebook.com/pelesir