Tampilkan postingan dengan label radio komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label radio komunikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Agustus 2010

PUASA RAMADHAN, BELAJAR DARI KEPONAKAN

Sebenarnya saya sudah sering mendengarkan pengajian tentang hal apa saja yang disunnahkan Rasulullah SAW khususnya pada bulan ramadhan. Yaitu berbuka puasa diawali dengan minum yang manis dan makan satu atau tiga biji kurma kemudian menyegerakan shalat Maghrib.

Tapi rasanya berat untuk melakukannya, karena mungkin masih dikuasai nafsu untuk segera melahap hidangan berbuka yang telah tersedia.

Dan saya melakukan sunnah Rasul (baru saat ini 1431 H) setelah beberapa ramadhan, keponakan (yang di pondok pesantren Al Iryad Salatiga (sekarang di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab, LIPIA) berlibur ke rumah kami, Bojonegoro. Setelah berbuka dengan air minum dia pergi shalat jamaah di masjid dan makan setelah datang. Kenapa dia bisa melakukan, saya tidak ? Pikirku.

Maka saya bertekad untuk melakukannya mulai sekarang, tapi saya belum shalat jamaah di masjid (jangan ditiru). Ternyata enak berbuka puasa makan nasi setelah shalat maghrib, santai dan tidak tergesa-gesa.

Masih cerita tentang keseharian keponakan yang disiplin mengikuti sunnah Rasul, dia selalu memakai pakaian lengan panjang (baju / kaos) dan tidak pernah pakai celana pendek.Wah ……yang ini kalau lagi diluar dinas, saya belum bisa melakukan (rasanya tidak santai / gaul). Senengku pakai celana pendek, kaos oblong dan bertopi. Tapi lain waktu semoga bisa melakukannya.

Tapi saya juga pernah merasa jengkel pada keponakan. Waktu itu saya mendengarkan musik jazz kesukaan melalui komputer, tanpa permisi musik tersebut dimatikan. Ternyata diganti dengan lantunan Ayat-ayat suci Al Qur’an sambil dia menirukan. Oooo ternyata dia lagi menirukan lantunan dan menghafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an. Maklum dan serta merta hilang jengkel saya. Ini pelajaran bagi saya.

Kemudian disuatu kesempatan keponakan kami ajak mengikuti Pengajian rutin Ahad Pagi di masjid At Taqwa Bojonegoro (jl. Teuku Umar) dan setelah selesai saya suruh beli buku di halaman masjid. Buku yang di pilih dia berjudul “Kesaksian seorang dokter” Mensucikan hati melalui kisah-kisah nyata, penulis dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jubair, SpJP. Dilain kesempatan saya beli buku itu juga.

Sampai di rumah saya ikut membaca, yang salah satu kesaksiannya tentang kisah seorang pemuda yang kecelakaan ketika mengemudi mobil sambil mendengarkan dentuman-dentuman musik hingar bingar (padahal ia dalam keadaan sakrtul maut), sangat disayangkan.

Kesimpulan, sebaiknya telinga kita setiap saat diperdengarkan bunyi-bunyian yang selalu mengingatkan kita pada keagungan sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Misalnya mendengarkan murottal, qasidah, lagu-lagu yang religius, ceramah agama Islam, standby di radio yang islami di sekitar kita. Ini semua bisa kita lakukan di RUMAH atau di MOBIL. Ya untuk anak muda mungkin masih sulit membiasakan ini (seperti aku dulu), tapi ayo mulai kita coba latihan untuk membiasakan. Saya juga mulai membiasakan. Sekali-sekali tidak apalah mendengarkan lalu-lagu yang umum.

Kalau lagi online bisa mendengarkn radio Suara Al-Iman Sarabaya atau kalau masih punya radio AM, radio ini bisa di dengar pada 900AM. Saya dengarkan di Bojonegoro masih jelas, untuk pengantar tidur.

Sebenarnya tangan belum mau berhenti menari di keyboad, tapi tulisan sudah panjang, nanti malah membuat bosan pengunjung. Posting berikutnya masih berhubungan dengan tulisan ini, yaitu tentang radio Al-Iman Surabaya.

Tentang puasa selengkapnya di http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2010/08/07/adab-adab-berpuasa/

Rabu, 31 Desember 2008

MALAM TAHUN BARU 2009 DI BOJONEGORO











MALAM TAHUN BARU 2009 KOTA BOJONEGORO
Mulai pukul 19.00 (31-12-2008) warga Bojonegoro mengendarai sepeda motor sudah mulai memadati jalan-jalan di tengah kota, terutama seputar alun-alun. Untungnya souvenirjati sekeluarga (berempat) sudah datang lebih dulu yaitu pada pukul 17.45. Dan langsung parkir di depan Masjid Agung Darussalam, untuk menunaikan sholat magrib dan isyak serta memanfaatkan momentum tahun baru penulis tandai dengan membaca Surat Yasin di Masjid Agung.
Pada pukul 21.00 ternyata barat alun-alun tambah padat (memenuhi jalan) sehingga kami tidak bisa keluar. Dan pada jam 21.20 wib ada sepeda motor yang terbakar di depan masjid di tengah padatnya jalan. Sehingga menjadi tontonan gratis pengguna jalan yang mengosongkan lokasi dengan membentuk lingkaran (lihat gambar).
Setelah penulis merekam gambar selama tujuh menit, jalan yang agak longgar (karena ada kebakaran) kami manfaatkan untuk segera keluar dari lokasi dan melanjutkan perjalanan keliling kota.
Banyak yang kami temui dalam perjalanan keliling kota antara lain rombongan dari lura kota yang naik kendaraan bak terbuka, komunitas-komunitas sepeda motor yang berakak-arakan, kelompok-kelompok anak muda di pinggir jalan yang merayakan dengan caranya sendiri.
Di jalan Pemuda berpapasan dengan satu bus rombongan Bupati Bojonegoro yang baru keluar dari MCM Café, merayakan tahun baru dengan anak-anak yatim-piatu (ini yang perlu kita contoh). Dan dari pantauan radio komunikasi saya, Bupati Bojonegoro kemudian singgah di Kantor Dinas Pariwisata, sejenak menyaksikan pertunjukan yang digelar. Dan tepat pada pukul 00.00 wib, Bupati Bojonegoro sekalian beserta rombongan di panggung alun-alun meniup terompet diiringi pesta kembang api.
Inilah hasil pantauan souvenirjati bersama keluarga selama enam jam (17.30 s.d. 00.30) semoga ada yang bermanfaat.

Kamis, 09 Oktober 2008

PAWAI MALAM IDUL FITRI 1429 H KOTA BOJONEGORO

Tiga puluh hari puasa Ramadhan telah kita lalui dan saatnya merayakan Idul Fitri dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Salah satunya adalah takbir keliling (30-09-2008) kota dengan tujuan menggemakan, mengagungkan, menghayati kebesaran Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Allah Maha Segalanya.

Demikian juga untuk Pemda Bojonegoro rutin merayakan malam Idul Fitri dengan pawai keliling kota. Yang diikuti oleh sebagian instansi pemerintahan, sekolah-sekolah, masyarakat secara pribadi, tak ketinggalan komunitas jip di Bojonegoro (BOJONEGORO 4 wheeler community).

Dengan berbagai jenis kendaraan yang digunakan : bus, truk, mpv, jip, sedan, pick up dll. Rute yang dilalui adalah Jl. Mas Tumapel (start), Jl. Imam Bonjol, Jl. MH. Thamrin, Jl. P. Sudirman, Jl. Teuku Umar, Jl. Pemuda, Jl. Lisman Putih, Jl. JA. Suprapto, Jl. Trunojoyo, Jl. Imam Bonjol, Jl. KH. Hayim Asyari, Jl. Pahlawan dan finish kembali di Jl. Mas Tumapel.

Pawai Idul Fitri ini juga dilaksakanan oleh masjid At Taqwa (Jl. Teuku Umar) dalam waktu yang sama. Sehingga pada saat itu Polisi Lalu Lintas Bojonegoro sibuk mengatur rute antara pawai dari Pemda Bojonegoro dan dari masjid At Taqwa agar tidak bertemu dalam satu lokasi (pantauan penulis melalui radio komunikasi 2M Band 147.750 Mhz, Polres Bojonegoro). Karena malam itu jalan-jalan utama kota Bojonegoro semrawut dan macet dipenuhi oleh kendaraan, utamanya sepeda motor yang keliling kota.