Tampilkan postingan dengan label kemerdekaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kemerdekaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Agustus 2008

KEGIATAN AGUSTUSAN 2008 KPPN BOJONEGORO

Rasanya tak pernah sepi di KPPN Bojonegoro pada bulan Agustus 2008, karena dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 63 tahun banyak sekali kegiatan. Apalagi ada beberapa lomba yang belum pernah dilakukan.
Adapun lomba-lomba yang diselenggarakan mulai tanggal 08 sampai dengan 29 Agustus 2008 sebagai berikut :

1. Bola Voli (Net tertutup)
Juara I : Seksi Perbendaharaan
Juara II : Seksi Vera
2. Futsal
Juara I : Seksi Vera
Juara II : Seksi Perbendaharaan
3. Memasang kumis (peserta perempuan dengan mata tertutup)
Juara I : Yetty
Juara II : Sunarti
Juara III : Lilik
4. Memasak Nasi Goreng (khusus laki-laki)
Gelombang I
Juara I : Wahyu
Juara II : Lestari
Gelombang II
Juarai I : Ali N (penulis)
Juara II : Harsono
5. Menyanyikan lagu perjuangan (semua peserta mendapat souvenir).

Pelaksanaan Lomba Pasang Kumis dan Menggoreng Nasi dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2008. Khusus lomba menggoreng nasi mendatangkan dua juri dari luar (mbak Ika, depan kantor dan mbak Naning, instruktur aerobic) ditambah mbak Yuli, KPPN.

Pada lomba pasang kumis para peserta banyak yang salah jalan sehingga keluar jalur dan menempel kumis tidak pada gambar yang menjadi haknya. Serta pasang kumis tidak pada tempatnya. Untuk lomba menggoreng nasi para peserta malah menjadi gugup, karena semua penonton yang mendukung pada mendekte harus begini dan begitu. Sehingga tidak sesuai dengan keinginan peserta, karena harus menuruti penonton. Tapi asyiiik.

Dan setelah lomba selesai langsung diumumkan pemenang dan penyerahan hadiah. Foto lomba selengkapnya kunjungi http://pelesir.tripod.com

Rabu, 20 Agustus 2008

KEGIATAN 17 AGUSTUS 2008 SUMBANG BJN

KEGIATAN 17 AGUSTUS 2008 RT 27 RW 06
KELURAHAN SUMBANG BOJONEGORO

Seperti biasa menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia mulai dari tingkat RT sudah mempersiapkan kegiatan untuk menyongsong hari Proklamasi Kemerdekaan. Antara lain mengadakan kerja bhakti dilingkungan, mengecat gapura, dan rapat untuk kegiatan agustusan.
Tidak ketinggalan RT 27 RW 06 Kel. Sumbang Bojonegoro. Malam 17 Agustus 2008 mengadakan Tasyakuran di gang Bromo III yang diikuti hampir seluruh warganya. Tapi kali ini tidak ada Barongsai seperti tahun-tahun sebelumnya (memang itu bukan kesenian asli Indonesia, semua warga sepakat mestinya).
Sebenarnya sebagian warga mengatakan ada yang kurang dalam peringatan ini, yaitu tidak ada siraman rohani sehingga rasanya kurang khidmad dan kurang terasa momen agustusan. Ya karena kali ini RT 27 gang Bromo bersamaan juga mempersiapkan pembangunan Musholla Al Ikhlas. Untung seletah sambutan ketua RT, salah satu warga (pak Taulan) mengucapkan pekik : Merdeka, Merdeka, Merdeka !!!!!, tapi kami semua tidak sempat menirukan pekik itu. Kami semua baru sadar, oya ini memperingati 63 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Memang disemua RT dan dijalan-jalan kegiatan agustusan tidak semeriah seperti tahun-tahun sebelumnya yang memasang pernak-pernik lampu hias/lampion, lampu penjor, bendera kertas yang melitang diseiap gang. Ini semua karena kita mematuhi anjuran pemerintah untuk menghemat listrik, bbm dan semua yang mengakibatkan pengeluaran. Termasuk juga memasuki tahun ajaran baru, dan kita harus menyukseskan wajib belajar (12 tahun ?) yang biayanya tidak sedikit.
Kemudian pada tanggal 18 Agustus 2008 diadakan lomba untuk anak-anak dan ibu-ibu. Antara lain : lomba tampah, lomba memukul air dalam plastik, bawa kelereng, menjepit balon, lomba capil.
Untuk tanggal 19-08-2008 kegiatan untuk bapak-bapak, pertadingan tenis meja juga nanti lomba memasak.
Siapa yang juara ?
JZ13MGS

Kembali ke masa kecil :
Waktu saya masih kecil dan tinggal di desa suasana menjelang agustusan sangat terasa. Semua warga beraktifitas memperbaiki lingkungannya masing masing. Antara lain mengapur (bukan mengecat) rumah, memperbaiki dan mengapur pagar bambu, ada yang model jeruji dan model silang-silang. Tidak ada yang warna warni, semua rumah dan pagar dikapur warna putih bersih,damai dan kebersamaan terasa.
Penerangan jalan hanya dari lampu “ting dan oncor” dari minyak tanah, bagi yang mau memasang di depan rumah. Makanya sinar bulan purnama ciptaan Allah SWT sangat dinikmati dan dimanfaatkan untuk jagongan di halaman rumah yang berumput sambil bermain. Karena sebelum tahun delapan puluh di desa belum ada listrik.
Juga waktu upacara 17 Agustus hampir semua warga datang berbondong ke lapangan mengiringi rombongan reog, topeng-topengan, oklek sambil mnggendong anak-anak menyaksikan jalannya upacara. Juga tidak lupa membelikan anaknya es lilin, es blok, semangka dan krupuk. Memang jajanan (snack sekarang) yang ada cuma itu, tapi yang pasti tidak menghawatirkan dengan jajanan sekarang yang banyak bahan kimianya.
Kemudian untuk anak sekolah persiapan agustusan tidak kalah sibuk, karena harus mengikuti pertandingan sepak bola plastik (waktu itu belum mampu beli bola beneran), lomba gerak jalan (dengan modal sepatu merk famous pinjaman yang diolesi kapur supaya kembali berwarna putih.

Ada yang pernah mengalami ????

MALAM NISFU SA'BAN

MALAM 17 AGUSTUS 2008, MALAM NISFU SA’BAN, MALAM MENGUBAH TAKDIR
Malam Hari Ulang Tahun ke 63 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2008 sangat istimewa karena bertepatan dengan malam Nisfu Sa’ban (pertengahan bulan Sa’ban). Mungkin diantara kita masih asing dengan bulan Sa’ban karena di kalender tidak ada yang ada bulan Ruwah, bulan kirim dongo menjelang puasa, ingat khan ?.
Maka penulis harus membagi waktu antara malam menghormati dan menyambut Nispu Sa’ban dan malam acara Peringatan HUT RI ke 63 di lingkungan RT.
Beruntung pada kotbah Jum’at tanggal 15-08-2008 di Masjid Islamic Centre Bojonegoro sudah disinggung tentang istimewanya bulan Sa’ban dan malam Nisfu Sa’ban (malam yang istimewa setelah malam Lailatul Qodar). Makanya tanggal 16-08-2008 saya sempatkan shalat Magrib di Islamic Centre untuk ikut menyongsong Nisfu Sa’ban yang penuh barokah. Yang diikuti kurang lebih enam puluh jamaah pria dan wanita.
Dalam kitab yang dibaca ustadz Nasir tentang istimewanya malam Nisfu Sa’ban antara lain :
- Malam Istimewa untuk minta ampun dan minta rezeki,
-Malam untuk minta umur panjang,
- Malam untuk memohon supaya kelak meninggal dalam keadaan khusnul qotimah.
Keistimewaan lainnya yang tak kalah menarik adalah malam itu bila kita memohon dengan sungguh sungguh, takdir kita yang sudah ditulis sejak lahir akan diubah menjadi lebih baik oleh Allah SWT. Luar biasa khan ? Terus bagaimana doa kita bisa dikabulkan ? Sebelum berdoa kita harus selalu berbuat kebaikan, mengagungkan Allah SWT, membaca Al Qur’an, kita khususkan untuk membaca surat Yasin tiga kali. Mudah khan syaratnya ? Gratis / Tidak bayar, tanpa beli pulsa langsung tersambung. Yang penting kita yakin doa kita dibabulkan Allah SWT. Coba kita renungkan kemurahan Allah SWT.
Demikian sedikit catatan penulis, bila ada yang salah mohon dikoreksi. Untuk yang baru mengetahui keistimewaan malam Nisfu Sa’ban setelah membaca ini. Ayo kita ingat-ingat/catat, praktekkan / amalkan untuk Nisfu Sa’ban 2009, jangan sampai lewat. Dan ayo kita songsong datangnya bulan Suci Ramadhan dengan senang hati. JZ13MGS

Dari berbagai sumber :

Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya kepada istrinya Aisyah RA, menerangkan keutamaan malam nisfu Sya`ban, yang merupakan malam mustajabah (dikabulkan) doa umat oleh Allah SWT.(*)

"Dalam kehidupan Rasulullah, baginda Muhammad SAW rajin melaksanakan puasa pada hari-hari menjelang pertengahan bulan hijriyah yaitu tanggal 13, 14 dan 15 berturut-turut," ungkapnya.

"Hadits Rasulullah SAW, pada malam nisfu Sa`ban itu, Allah SWT melihat dan mendekati hamba-hamba Nya yang rajin serta banyak melakukan ibadah, karenanya pula segala pinta dan permohonan dimungkinkan untuk dikabulkan Allah SWT,"

MALAM NISFU SYA'BAN 2010 PADA HARI SENIN (MALAM SELASA) TANGGAL 26 JULI 2010